Saya pribadi nggak begitu kaget sebetulnya pas denger kabar kalau Fabio Quartararo bakalan caw caw alias meninggalkan Yamaha setelah musim ini berakhir. Karena seperti yang bisa sama-sama kita lihat, belakangan – hubungan antara Fabio dan Yamaha memang agak sedikit merenggang. Khususnya karena begitu banyaknya komplein dari sang pembalap. Yang bikin saya kaget adalah karena pabrikan yang dipilih sama Fabio ternyata adalah Honda. Bukan Aprilia. Well, Honda pasti ngeluarin uang yang nggak sedikit sih untuk ngambil Fabio apalagi beberapa musim terakhir Fabio masih jadi pembalap dengan gaji tertinggi di MotoGP (Sekitar €12 juta/musim). Dan seperti yang sama-sama kita tahu, Aprilia memang bukanlah pabrikan besar yang punya budget se-unlimited itu untuk merekrut pembalap. But, untuk urusan kompetitif. Aprilia bisa dibilang jauh lebih on the track ketimbang Honda selama beberapa musim terakhir.
Era Baru MotoGP 850cc
Meskipun betul, seperti yang sama-sama kita tahu akan ada perubahan regulasi besar-besaran dimusim depan. Dimana musim ini akan menjadi musim terakhir bagi mesin 1000cc, yang rencananya akan diturunkan ke 850cc dimusim depan. So, seluruh pabrikan dipastikan akan menggunakan motor yang totally new. Bukan hanya sekedar improvement atau pengembangan dari motor di musim sebelumnya. Begitu juga dengan Honda dan Yamaha. Maka jika ditanya, apakah keputusan yang diambil Fabio merupakan keputusan yang tepat? jawabannya bisa iya dan bisa juga tidak.
The Doctor Turun Gunung
Menariknya, pasca bocornya kabar tentang kepindahan Fabio ke Honda. The Doctor diwaktu yang hampir bersamaan ikut “turun gunung” kelintasan Mandalika untuk melakukan pengujian dengan Yamaha R1, yang merupakan DNA awal dari motor Yamaha di MotoGP. Karena jika diperhatikan baik-baik, regulasi musim depan, sebetulnya merupakan regulasi yang hampir-hampir mirip dengan regulasi yang pernah digunakan MotoGP, saat sang juara dunia 9 kali, Valentino Rossi masih mengaspal. Minim elektronik dan lebih condong mengedepankan skill pembalap. Era di mana Rossi ada dipuncak kejayaannya. Maka jika ada 1 orang yang mampu memberikan feedback terbaik untuk pengembangan motor Yamaha di musim depan, Rossi lah orangnya. Bisa dibilang, Yamaha beruntung masih memiliki Rossi sebagai Global Brand Ambassador mereka. Karena dengan status tersebut, Rossi sebetulnya dapat saja turun ke lintasan untuk sekedar melakukan uji coba seperti kemarin atau bahkan sesekali turun ke race utama sebagai pembalap wildcard (meski hampir mustahil mengharapkan hal ini akan terjadi). Sama halnya dengan KTM yang masih memiliki Dani Pedrosa sebagai test rider mereka.
Hal yang sayangnya tidak lagi dimiliki Honda saat ini. Khususnya setelah mereka melepas pergi Dani Pedrosa. Jujur saja, sampai detik ini saya masih menyayangkan keputusan Honda untuk tidak mempertahankan Dani Pedrosa. Karena meski belum pernah mempersembahkan gelar juara dunia. Pedrosa jadi salah satu orang yang sebetulnya mampu memberikan feedback yang sangat baik untuk pengembangan motor. Terbukti, KTM jadi salah satu pabrikan yang sangat kompetitif setelah Dani Pedrosa masuk.
Tentu, tak ada maksud untuk mengecilkan peran Johann Zarco maupun Luca Marini yang sejauh ini mampu membawa Honda kembali kompetitif di lintasan. Atau bahkan Aleix Espargaró yan belakang ikut direkrut Honda menjadi test rider mereka. Namun untuk pengembangan motor yang betul-betul baru di musim depan, rasa-rasanya feedback dari seseorang seperti “Dani Pedrosa” lah yang sangat dibutuhkan Honda. Terlebih karena dibandingan The Doctor, The Little Samurai jauh lebih sering turun langsung kelintasan MotoGP. Dan jika ada 1 orang lain yang mampu menjinakkan RC213V selain Marc Márquez orang tersebut tentu saja adalah Dani Pedrosa.
Kembali ke Yamaha, meski harus rela kehilangan Fabio Quartararo di musim depan, kabar lain yang tak kalah menggemparkan adalah bahwa diwaktu yang hampir bersamaan Yamaha pun ternyata berhasil meyakinkan Jorge Martín untuk membalap bagi timnya menggantikan posisi Fabio Quartararo di musim depan. Wow… padahal musim lalu, saat sempat bersitegang dengan Aprilia, Martín justru dikabarkan tengah dekat dengan Honda. Well, apapun bisa terjadi di MotoGP. Dan jika kabar ini benar, maka itu artinya di musim depan peta persaingan MotoGP di era 850cc akan menjadi cukup menarik. Karena ada rumor yang juga menyebut bahwa posisi Francesco Bagnaia di Ducati akan ikut digantikan oleh Pedro Acosta. Dan jika itu benar terjadi, maka opsi terbaik untuk Pecco adalah pindah ke Yamaha atau Aprilia. 2 tim yang sepertinya akan sangat menerima kehadirannya. Ada pula rumor yang menyebut bahwa Álex Márquez tengah dalam pembicaraan serius dengan KTM untuk musim 2027. Dan lagi-lagi, jika itu benar maka besar kemungkinan ia akan menggantikan posisi Pedro Acosta di KTM.
Ini kita berandai-andai ya, andai semua rumor tersebut ternyata benar, itu artinya
- Tim pabrikan Ducati musim depan akan diisi oleh Marc Márquez & Pedro Acosta
- Honda oleh Fabio Quartararo dan Joan Mir
- Yamaha oleh Jorge Martín & Francesco Bagnaia
- Aprilia oleh Marco Bezzecchi & Enea Bastianini
- Dan KTM kemungkinan akan diisi oleh Maverick Viñales & Álex Márquez
But again, ini cuma sebatas asumsi berdasarkan rumor lho ya. Bisa aja Ducati tetap mempertahankan Pecco untuk musim depan. Atau Pedro Acosta ternyata lebih memilih untuk stay di KTM. Mari kita tunggu bersama lah hehe… yang pasti beberapa jam kedepan MotoGP musim 2026 akan segera dimulai. Karena besok rencananya para pembalap akan kembali turun di Sepang test. Dan jujur yang paling saya tunggu Yamaha sih, karena musim ini mereka dikabarkan akan mulai menggunakan mesin V4. Yang mana dari segi looks saya lihat hampir-hampir mirip sama Ducati hehe…






Leave a Comment